Turunan langsung Ubuntu ini disiapkan sebagai Server Linux instan, seperti ClearOS. Bisa menjadi router gateway, webserver dll. ClearOs (COS) dan Zentyal sangatlah mirip, tidak usah di banding-bandingkan, karena sama saja. Yang membedakan cuma keturunan. Zentyal keturunan Nenek Debian, COS keturunan mbah Redhat. hehehe

Untuk itu lihat dulu topologi di network saya. Skoop Zentyal ada di kotak yang berwarna kuning. Walaupun sebenarnya bisa menggantikan Router utama, asalkan ethernet nya minimal 4 port.

Router utama diberikan 1 port ethernet yang diberi 1 IP address public-static.  Saya anggap itu menjadi Red-Interface. Dari router kabel dimasukkan ke Eth#1 Pada mesin Zentyal (green-interface). Pada mesin Zentyal ether #1 (green dari router), saya anggap sebagai Red Interface. Red-Green-Red-Green.

zentyal-dia2

Persyaratan hardware untuk tutorial ini: Mesin sekelas Intel Pentium 4, ram 256, harddisk 10 gb. Cukup rendah kan kebutuhan hardware Zentyal ini? Dan zentyal sudah terinstall desktop-environment LXDE! Sehingga, si Server sembari melayani, masih bisa buat buka facebook atau twitteran liwat browser yang terinstall.

Karena keturunan Debian; apt-get bisa digunakan. Misalnya untuk menginstall MC, nano dll. cukup ketikkan di terminal administrator dengan ‘sudo apt-get install <nama paket>’. Unduh ISO Zentyal versi 3 dari www.zentyal.org. Baik versi support/community sama file iso nya, yang membedakan hanya ketika installasi; memasukan email & password untuk mengaktivkan layanan support. Versi feee/community sudah cukup, karena semua aktivitas di set lewat browser.

Kekurangan si Zentyal cuma satu, yaitu namanya 😀 sangatlah ribet untuk di ketik atau di ucapkan 😀

pinter

Oke — burn ISO nya dengan smallcdwritter atau burner favorit anda, bisa juga di install diatas virtual menggunakan VirtualBox, Vmware, Qemu dll.

Jika hanya terdapat 1 harddisk (sata/ide/scsi/ssd) Zentyal akan langsung membuang isinya lalu mengcopy tanpa konfirmasi loh. Pastikan harddisk yang anda setup di mesin, memang di dedikasikan untuk Zentyal.

tampilan booting bootsplash Zentyal kira-kira seperti ini:

zentyal ins 0001
tekan ENTER saja

zentyal ins 0008
Pilih ethernet yang kabel UTP dari Router.
zentyal ins 00015
masukan akun email Zentyal Support, isi asal juga gpp.
zentyal ins 00018
Masukkan user untuk login Zentyal, baik shell/ Web UI
zentyal ins 00020
Seting TImeZone, Other-ASIA-Indonesia- Jakarta *sesuaikan saja dengan posisi anda
zentyal ins 00021
Proses installasi,

zentyal ins 0002 zentyal ins 0003 zentyal ins 0004 zentyal ins 0005 zentyal ins 0006 zentyal ins 0007 zentyal ins 0009 zentyal ins 00010 zentyal ins 00011 zentyal ins 00012 zentyal ins 00013 zentyal ins 00014 zentyal ins 00016 zentyal ins 00017 zentyal ins 00019

zentyal ins 00022
akan reboot; CD akan keluar dgn sendirinya dari mesin.

 

zentyal ins 00023
Loading AWAL Zentyal. Agak lama.

 

zentyal ins 00024
Begitu masuk langsung firefox terbuka dan autologin ke https://localhost. Masukkan saja username & password yang tadi pas install di set.
zentyal ins 00025
Klik ICON gateway pertama kali, sampai icon berubah menjadi kotak terbuka, lalu klik juga office, sampai iconnya juga berubah., lalu paket dibawahnya akan ter sinari. yang saya tambahkan install paket: ldap samba sharing, ntp, webserver, web mail, mailserver, dns… apa lagi ya. koq saya lupa 😀
zentyal ins 00027
Klik tombol OK.

zentyal ins 00026

zentyal ins 00028

zentyal ins 00029
Ethernet 1 adalah external (dari router)
zentyal ins 00030
Seting 2 IP. 1 dari router, 1 untuk ke LAN.

Ketika ada halaman untuk registrasi ke Zyntal, saya pilih SKIP untuk tidak melakukan registrasi ke Zyntal.

zentyal ins 00031
Modul yang di Install untuk keperluan gateway

Setingan IP untuk seluruh client LAN adalah 192.168.16.20 ~ .254. DNS & gateway arahkan ke IPnya Zentyal yakni 192.168.3.1

Seharusnya  Zentyal juga sudah siap di jadikan PDC asalkan sewaktu install; ketika menanyakan domain, di isikan dengan benar. Misalnya anu.local, atau kalau memang ada FQDN anu.com. Klik menu office dibawah, lalu lihat saja LDAP settings.

Buat lah user berpangkat domain-admin untuk join domain. lalu buat user non domain-admin untuk login desktop Windows.

zentyal ins 00036

Tinggal set di Windows Client (ini Windows XP sp3), klik kanan di mycomputer- properties- Computer name- klik pada tombol {Change}.

zentyal ins 00034
minta reboot windows.
zentyal ins 00037a
untuk login, ctrl-alt-del, pilih logon to. User tw adalah user non-admin-domain- controller.
zentyal ins 00037
begitu login dengan user tw (pangkat biasa).

Jika muncul error, restart saja Windows XP client anda, tetapi sebelumnya — pastikan dns nya mengarah ke IP Zentyal 192.168.3.2. Karena tanpa DNS yang di set ke Ip Zentyal, tidak bisa Join ke Domain Controller. Jika gagal juga, cek konfigurasi via webui Zentyal dari awal lagi. Gateway, DNS, servis yang dibutuhkan untuk mempromote PDC (dns, ldap, samba, dhcp, ntp).

yang lain-lainnya, folder-share, script untuk logon sengaja tidak dibahas disini. Telusuri saja dalam WebUi, cara buat folder share untuk user/group beserta quota. Veto pada filesharing saya tidak menemukannya, sayang sekali — entah saya yang siwer, apa memang tidak ada. Kalau membutuhkan veto, silakan turun ke terminal dan edit sendiri smb.conf nya 😀

Jangan lupa, pada dasboard webui  jika ada tulisa xx security updates jangan lupa di tekan ya… gunanya yah untuk mengupdate paket-paket yang tersedia. Rekomendasi sehabis di update sih restart server Zentyal, walaupun tidak diminta. terutama jika terdapat tulisan kernel 😀 — biasanya sehabis restart server, desktop lxde tidak otomatis masuk. Ketikkan saja sudo startx untuk masuk ke desktop, lalu buka browser firefox untuk memanage.

zentyal ins 00035
proses upgrade paket.

Saran saya, tidak usah dipergunakan desktop lxde nya, remote via browser client saja; dengan alamat https://ip-zentyal.

Apa itu PDC dan bagaimana implementasinya sangat luas untuk dijelaskan di topik ini.

Situs ini kehilangan image dan files penunjang; karena terjadi storage failure dan saya tidak menyimpan backupnya - harap maklum
+