Bagi anda yang ingin memanage server LINUX tanpa dipusingkan untuk mengetik kode-kode di terminal, dan bukan melalui WebINterface — melainkan antarmuka GUI desktop murni. Mungkin jawabannya adalah OpenSuse-Linux. Unduhan ISO nya memang termasuk besar, sekitar 4 gb-an. Karena OpenSuse secara default adalah Operating system untuk client-desktop. Tetapi, dengan beberapa klik-mouse, bisa dibuat menjadi Server dengan menambahkan layanan-layanan http/ database dll — dengan beberapa klik mouse model Windows Server.

 

Oke, unduh dulu ISO openSuse nya dari http://software.opensuse.org/123/en  untuk tutorial ini, saya ambil versi 12.3 32bit. Bisa ambil iso Opensuse via ftp/http ataupun jalur torrent; yang sejatinya digunakan untuk menyebarkan ISO legal secara cepat 😀

 

open suse iso

 

Oh ya, OPENSuse merupakan versi gratis dari SuseLinux. Seperti halnya Fedora dari Redhat. Versi berbayarnya bernama SUSE enterprise Linux. Suse merupakan distro linux yang sudah cukup lama dan AWET juga; seperti Debian, Redhat & Slackware.

Jika ISO-dvd openSuse sudah terunduh. Burn dengan burner favorit anda; Nero burning rom atau tools favorit saya CDBurnerXP. Atau bisa juga pergunakan USB Flashdisk 8 GB jika memang susah mendapatkan DVD-Blank; baca-baca ke situs ini: http://en.opensuse.org/SDB:Live_USB_stick#Create_a_Live_USB_.28GUI.29   atau gunakan YUMI http://www.pendrivelinux.com/yumi-multiboot-usb-creator/ untuk lebih mudahnya. Tetapi terakhir support hanya untuk Live-version 😀

ngelawak gan

 

opensuse 12 ins - 0001
Tekan tombol F3, pilih resolusi. Biar sesuai dengan judul, saya pilih 1024×768. lalu sorot ‘Installation’ dan tekan enter

Masukan kepingan DVD kedalam DVDRom, seting BIOS untuk booting dari DVD. Akan muncul tampilan boot-splash openSuse Linux.

 

opensuse 12 ins - 0002
Tekan next saja, kalau ga sempat baca.
opensuse 12 ins - 0003
Saya memilih LXDE karena ringan, ICEWM lebih ringan lagi. Gnome & KDE boleh-boleh saja; tetapi agak berat.
opensuse 12 ins - 0002n
Pilih zone waktu berdasarkan tempat. Atau bisa langsung tunjuk di petanya.
opensuse 12 ins - 0004
Ini adalah pembagian harddisk & partisi untuk installasi sistem. Lebih baik tekan next saja. biar Suse yang membagi secara otomatis.
opensuse 12 ins - 0005
Masukan username, password. Uncek Automatic Logon, jika tidak ingin masuk ke desktop secara otomatis. Kalau server terletak di data-center, buat automatic rasanya tidak masalah.
opensuse 12 ins - 0006
Kesimpulan dari konfigurasi yang kita input. Next saja untuk lanjut.
opensuse 12 ins - 0007.pg
Proses kopi dari DVD ke harddisk. Harap sabar, tergantung spek mesin. Jika ditemui error, biasanya karena file ISO yang corrupt sewaktu di download.
opensuse 12 ins - 0008.pg
Tampilan default openSuse

Seperti layaknya desktop pada OS Microsoft Windows based, untuk mengubah resolusi monitor, tema, screen saver dll (control-panel) ada di Logo [startmenu] -Settings- Settings manager.

opensuse 12 ins - 0009.pgUntuk awal, yang perlu di settings adalah NETWORK. tinggal ketikkan network pada Windows diatas (atau cari iconnya).

opensuse 12 ins - 00010
Tab Overview adalah daftar ethernet yang terdeteksi oleh system. Karena ethernet LAN saya yang nomor 2, saya sorot lalu tekan tombol ‘edit’
opensuse 12 ins - 00012.
Isikan DNS ISP/ router dns-masq anda, atau gunakan google public dns 8.8.8.8 & 8.8.4.4.
opensuse 12 ins - 00013.
Isikan Gateway. Perhatikan nama ethernet. apalagi jika mesin anda mempunyai banyak ethernet. Pilih ke ethernet yang sesuai dengan gateway.
lalu tekan tombol OK

opensuse 12 ins - 00014.

Lalu tes ping ke dunia luar. misalnya ping yahoo.com

opensuse 12 ins - 00015.
Logo OpenSuse – System – XTerm.

Jika reply seperti gambar diatas, berarti konfigurasi Network telah berhasil.

Lalu dilanjutkan ke seting untuk firewall. Membolehkan beberapa layanan penting, seperti SSH, http /https, mysql. Dari settings manager – firewall.

opensuse 12 ins - 00020 fwall.Langkah selanjutnya, install paket-paket layanan untuk webserver. Apache base beserta addon untuk php5, mysql, sshd, smtp. Klik icon ‘Addon product’ yang akan memunculkan window baru. Lalu tekan tombol ‘Run Software Manager’ …

opensuse 12 ins - 00019b.

opensuse 12 ins - 00017.
klik Network, lalu pilih apache, apache php5 dll. atau pilih yang berbau apache semuanya juga gpp. Dan ketikan mysql, cari mysql-community-server. beserta phpmyadmin untuk memanage menggunakan interface web.

opensuse 12 ins - 00018.
Daftar paket yang sudah dipilih — tekan Apply untuk mengunduh dan menginstallnya ke sistem.
opensuse 12 ins - 00019.
Proses unduhan paket layanan langsung dari internet, seperti linux-linux lainnya.

Aktifkan service-service penting sperti sshd, apache, mysql pada System Services (run level).

Ceklist ExpertMode, lalu cek B yang artinya BootSorot nama service, klik tombol enable untuk mengaktifkannya, dan ceklist B untuk autostartup ketika boot.

opensuse 12 ins - 00021 servl.
yang PENTING untuk di enable: apache, ssh, mysql.

Secara default Root nya mySQL tidak berpassword. untuk itu, rubahlah segera password Rootnya lalu tambahkan user baru yang digunakan untuk keperluan sehari-hari.

caranya buka Xterm dari menu. Ini caranya mudahnya. via Gui juga bisa tetapi musti install aplikasi di ‘Software management’, tetapi di versi 12.3 ini saya tidak dapat menemukan paket tsb, kalau via console yah sama saja boong, mending ketik langsung seperti sintaks dibawah ini 😀

su
mysqladmin -u root password pwdroot

password root mysql anda adalah pwdroot. Buka browser arahkan ke

http://ip-server:80/phpMyAdmin

Untuk mengatur mySQL server yang sudah terinstall. Login dengan menggunakan user: root; password: pwdroot

Oh ya, lokasi httpdoc pada server Suselinux ada di

/srv/www/httpd

Gunakan Winscp untuk mengupload script-script anda. Karena melalui jalur terenkripsi, komunikasi relatif lebih aman.

Untuk membuat virtualhost, pada level root, gunakan editor apa saja — baik di gui ataupun di terminal; buat baru file .conf misalnya:

/etc/apache2/httpd.conf/vhosts.d/vhost-httpd.conf

Isikan dengan sintaks untuk membuat vhost. Untuk jelasnya silakan cari artikel untuk membuat vhost di apache 2 dan jangan lupa restart apache server anda.

So, AMP sudah aktif beserta tools phpMyAdmin, lantas apa yang selanjutnya dikerjakan? Install Jomla, SMF, Drupal, WP?? itu terserah anda. Bila menemukan error dalam installasi webapp, biasanya cuma masalah hak permission. Bisa diubah via Cli atau gunakan Winscp agar bebas terminal, layaknya Windows Server 😀

Coba simak; hanya butuh 2 kali turun ke terminal CLI, pertama untuk ngePING kedua untuk memberi password ROOT mySQL. Ini semua berkat package manager Suse Linux; Yast.

 

yang bener5

Situs ini kehilangan image dan files penunjang; karena terjadi storage failure dan saya tidak menyimpan backupnya - harap maklum
+