Membangun Usaha RT-RW-Net budget rendah murah

Pandemi COVID-19 ini memang disatu sisi banyak yang dirugikan, disisi-lain ada peluang baru tercipta. Tadinya saya memang sempat terpikir untuk diversifikasi usaha sebagai tambahan uang jajan saja. Karena musibah pandemi ini, semua aktivitas kerja dikantor dirumahkan dengan istilah Work From Home (WFH).

Untung saja, internet cepat melalui media fiber optic sudah lama terpasang dirumah, karena banyak waktu luang akhirnya saya iseng beli perangkat Wireless outdoor untuk coba-coba memperdalam ilmu networking. Pilihan pertama saya jatuh ke Tp-link EAP outdoor. Dimana seri ini lumayan lengkap untuk fitur jika menggunakan software tambahan Omada Controller dari TP-Link.

Awalnya, saya ingin membuat sistem voucher, jika butuh koneksi internet voucher akan saya serahkan kepada user untuk akses login mengakses internet. Voucher itu berbentuk fisik, yakni serangkaian hurup angka dimasukkan ketika user mencoba konek ke jaringan Wifi tanpa WPA-Password. Begitu gadget user konek ke jaringan khusus voucher, otomatis di-alihkan ke halaman Login untuk memasukkan kode voucher tsb.

Sayangnya, ini menurut saya tidak sesuai dengan kebutuhan pelanggan dilingkungan rumah saya. Mereka membutuhkan koneksi tanpa ribet2 memasukkan kode voucher tiap bulan/tiap waktu. Akhirnya Tp-Link EAP saya pensiunkan dari Omada Controller dan saya jadikan sebagai AP Pemancar saja.

Logo TWiG RTNET

Topologi sederhana untuk Rtnet buatan saya, MODEM ISP -> Router Wifi Totolink N302p (3 antenna)-> Switch-> EAP 110 Tplink-> Wifi Router pelanggan. Jadi pada router pelanggan saya carikan Wifi Router yang bisa menggunakan mode WISP (menerima & memancarkan dengan SSID tersendiri).

Tidak ada setingan special, semua menggunakan IP-Default. IP WAN didapatkan dari MODEM ke Router Totolink, lalu Totolink memberikan DHCP ke LAN saya, termasuk AP EAP 110. Karena pelanggan semakin banyak – akhirnya saya menambah AP CPE-220 2 unit sebagai pemancar tambahan.

Untuk jelasnya setingan Rtnet saya sangatlah simple:

IP MODEM: 192.168.100.1, dhcp 192.168.100.2~254/24. Jadi ketika port LAN #2 #3 ditancapkan kabel ke Port WAN pada router Totolink, router Totolink tsb akan mendapatkan IP 192.168.100.2.

IP WAN Totolink (DHCP dari MODEM) 192.168.100.2, IP LAN: 192.168.1.1, DHCP LAN 192.168.1.2~192.168.1.249/255.255.255.0 (/24). Port WAN ditancapkan kabel UTP dari modem ISP port #3. Port WAN. DHCP pada Totolink memang saya sengaja seting hanya sampai 249.

TP-link EAP, CPE 220-A & CPE-220-B masing-masing saya seting dengan modus Access Point dengan IP 192.168.1.250~254/24. Untuk setingan Wireless-nya, saya menggunakan region China agar bisa 30db lalu menggunakan channel auto, terkadang saya set 1, 6, 11 (tergantung sikon). Enkripsi WPA2/AES. Eap juga menggunakan yang sama, cuma beda di channel saja. Semua main di frekuensi 2.4 Ghz sesuai kemampuan AP-AP ini. Semua DHCP di AP Tplink CPE & EAP saya matikan. Service/Layanan DHCP akan diberikan oleh router Indoor Totolink.

tp-link CPE 220

 

tplink eap 110

 

Pada client/pelanggan rtnet, saya memilih router Tenda F3 yang tidak sampai 250rb (termasuk ongkir dari Jakarta ke Bekasi). Setingnya hanya membuat SSID Lokal dan mode koneksi WISP (pilih SSID dari CPE/EAP+ password wifi ssd). Juga jangan lupa setting autoreboot setiap dini hari dan ganti password login admin. IP Router client Tenda akan diberikan oleh router indoor Totolink dari rumah saya, melalui koneksi wireless yang dipancarkan oleh Tplink CPE.

Bandwidth management saya serahkan di Router Indoor Totolink saya, dimana menurut saya QOS nya sangat ampuh untuk router dibawah harga 300rb-an. Langkah pertama, buatkan IP Static pada wifi indoor yang dipasang dirumah pelanggan Rtnet saya.

Pada menu QOS, pilih QOS menjadi enable, lalu masukkan manual Uplink & Downlink Speed menjadi 100mbps/atau 1 gbps terserah anda. Lalu masukkan satu persatau mac-address client pilih Restricted max bandwidth sesuai dengan paket yang akan diterapkan. Saya sarankan minimal 2 Mbps untuk down, dan 384 untuk upload pada semua mac-address router client.

Jadi estimasi pembelian & investasi alat: (kurang lebih)

  • Router Indoor Totolink N302r Plus= 300rb IDR.
  • Tplink CPE= 600rb IDR x tingkat penyebaran arah client.
  • Kabel STP kualitas standard= 250rb IDR (60 m)
  • Router

read more

Battle Realms Error Could not find supported display mode error

Jika gemar memainkan game RTS jadul semacam Age of Empire pasti suka juga dengan game ini, Battle Realms dengan Ekspansi Winter of the Wolf. Tetapi setelah menambahkan monitor ke 2 pada PC, koq jadi ga mau jalan games ini? Ternyata ini memang keterbatasan games ini, PC harus sementara mematikan 1 Monitor secondary pada operating system (menekan tombol win+p). Lihat gambar dibawah. Rubah yang tadinya Duplicate/Extend ke modus PC-Screen Only atau Second screen only (third Screen only, jika ada).

Walaupun games ini zaman Windows 98se (tahun 1999an) tetapi menurut saya grafiknya cukup memukau dan halus (1024×768). Juga menurut saya tema-nya ini yang membuat saya betah memainkannya setelah puluhan tahun. Setting untuk memainkan games ini cukup update DirectX anda dan run-as-administrator pada file “Battle_Realms_F.exe”.

Saya menjalankan games ini pada Windows 10 -1903update x64. Dengan Processor Gen 9 Intel berjalan dengan mulus (tidak ada error).

 

Jadi jika pc / laptop anda menggunakan monitor tambahan, pastikan dimatikan dulu sebelum launch game ini ya 😀

CCTV Hikvision Lihat Remote View Dari Browser

Untuk melihat tayangan CCTV DVR/NVR merek Hikvision non-cloud, maksudnya koneksi langsung (direct conn alias p2p), harus memenuhi persyaratan sbb:

  • Tempat yang diremote harus ada internet always ON 24×7 yang menggunakan IP Public baik dhcp (menggunakan ddns) ataupun statis.
  • Bandwidth upstream minimal 2 Mbps.
  • Modem/ONT diset port forward sesuai dengan nomor port di DVR/NVR Hikvision.
  • Mesin yang ingin remove view harus Windows 7 keatas dengan Internet Explorer (IE) versi terakhir pada versi Windows tsb, misalnya: IE 11 pada Windows 10 (bukan Edge), IE9 pada Windows 7

Untuk setting port-forward (NAT) pada modem biasanya read more

bypass/buka blokir Internet Positif dengan Acrylic DNS Proxy

Situs kesayangan anda tahu-tahu diblokir oleh Pemerintah (internet sehat), sehingga susah akses ‘informasi’ yang biasa dikunjungi. Menggunakan metode mengganti DNS ke publik pada beberapa ISP penyedia jasa internet juga ikutan diblokir jika ada request UDP/TCP port 53 ke ip-address Google Public 8.8.8.8 DNS / OpenDNS / 1.1.1.1 CloudflareDNS.

Ini sangat saya benci! Solusinya mungkin menggunakan jasa vpn, baik vpn-murni (Tunnel bear/CyberGhost) yang berbayar. Ataupun menggunakan addons tertentu pada browser semacam browsec dan sejenisnya.

Salah satu alternative lain adalah menggunakan Acrylic DNS Proxy, dimana software ringan ini mampu membuat Koneksi TLS yang aman dari pembajakan request DNS; karena menggunakan protokol DOH (DNS Over HTTPS), yang kebanyakan disupport oleh banyak public-dns-server semacam Google/Cloudflare dan saat ini belum ketemu cara meng-intercept/membajak request DOH ini.

Oh ya, saya mencoba software ini menggunakan Windows 8.1 & 10- 1803 tanpa firewall. Caranya mudah, silakan download file zip dibawah artikel ini, extract ke desktop. Jalankan (run-as-admin) file AcrylicConsole.exe. Minimize saja jendela console/terminal tsb. Selanjutnya tinggal setting DNS anda secara manual. Caranya tinggal anda cari sendiri di google, di pointing ke IP address dimana Acyric terinstall. Jika standalone (menggunakan hotspot ponsel/modem usb), pointing DNS anda ke 127.0.0.1 – Jika ada peringatan firewall, silakan di allow outgoing/incoming connection.

Fyi, defaultnya Acrylic adalah personal DNS-Masquerade/Proxy DNS. Tetapi pada file zip portabel sudah saya edit untuk kebutuhan dipakai di LAN alias penyedia layanan DNS untuk banyak user. Jadi untuk kebutuhan LAN, rubah settingan DHCP anda yang tadinya seluruh client ke DNS-Modem/ISP, diarahkan ke IP address yang menjalankan software ini.

Kegunaan terselubung software ini juga bisa memblokir iklan-iklan yang mengganggu pada situs, asal tahu domainnya. Untuk itu silakan edit file ‘AcrylicHosts.txt’, cukup tambahkan entri baru pada akhir baris dengan format:
ip-address<spasi>alamat-fqdn-situs.
Contohnya:

#memblok layanan ads/iklan kebanyakan situs
127.0.0.1 ads.*
127.0.0.1 ad.*
127.0.0.1 tpc.googlesyndication.com

Support untuk wildcard ataupun regex ( walaupun tidak disarankan). Menurut keterangan developer; lebih baik file host-nya yang besar daripada menggunakan regex. Masukan entri palsu bisa juga untuk kebutuhan statik dns — dalam hal ini menggunakan 127.0.0.1 untuk blokir domain tertentu. Atau bisa memalsukan entri palsu lainnya — untuk kebutuhan development atau redirect situs tertentu.

Versi Acrylic-Proxy-Dns ini adalah versi yang paling stable, versi 1.2.0 (jan 20 –saat artikel ini ditulis). Secara teori, berjalan lancar pada Windows 8.1+ dengan setingan firewall yang allow (atau matikan instance-nya sekalian).

Jika setingan firewall oke atau tidak bentrok dengan antivirus – atau hal lainnya. Sebagai contoh, misalnya situs milf dot com yang tadinya di redirect ke Internet sehat, menggunakan Acrylic-proxy-Dns bisa resolving ip dari situs milf dot com tsb.

C:\Users\TW>nslookup
 Default Server:  router.local
 Address:  172.16.1.10
   milf.com
   Server:  router01.local
   Address:  172.16.1.10 #ip router saya
 Non-authoritative
read more

Pengalaman Install Laptop tanpa USB & DVD Rom

Ada kasus unik, laptop OS nya rusak dan memerlukan re-install OS dan Apps nya. Juga saya cek laptop ‘korban’ ini sudah mayan jadul. Awalnya saya coba menggunakan media USB DVDRW & USB Flashdisk yang sudah disetup untuk Installasi Windows, untuk boot awall, loh koq tidak terdeteksi-terdeteksi?

Setelah iseng menancapkan USB Keyboard ke laptop tsb, saya berkesimpulan laptop tua ini USB ports nya mati semua. Pilihan boot selanjutnya menggunakan internal DVD dari laptop tsb, dan benar saja.. Karena UZUR optik-nya sudah tidak beres, Disc apa-pun tidak terbaca.

Terpaksa, cari cara manual yakni, bongkar harddisk internal tsb – lalu tancapkan ke PC lain yang mempunyai docking SATA / Enclosure 2.5′.

Saya hapus semua partisi menggunakan Minitool Partition 10, selanjutnya buat 1 partisi Primary Active NTFS, Lalu, mengcopy semua file dalam ISO Windows ke dalam harddisk docking tsb. Buka ISO dengan 7zip atau Explorer.  Copy/extract semua file-file yang terdapat pada ISO tsb, setelah selesai, buat copy dari ‘bootmgr’ direname menjadi ‘ntldr’.

 

Juga, saya tak lupa mengcopy driver-packs dan software standard untuk diinstall  – mengingat USB port nya mati semua.

Pasang lagi harddisk kedalam laptop,  setting BIOS agar harddisk sebagai AHCI & Matikan Secureboot (uefi-boot). Wallaa… Windows akan boot kedalam modus installasi. Langkah installasi NORMAL seperti biasa.

Awal masuk ke OS akan ada Pilihan Setup atau Boot ke OS, pilih boot ke OS. Seperti normalnya proses installasi, mesin akan reboot beberapa kali sampai proses installasi selesai.

Jika sudah masuk desktop, jadikan boot default ke OS dengan time 3 detik dan pilih set as default pada opsi non Windows setup, caranya dengan menggunakan ‘msconfig’.  Sengaja saya tidak menghapus Windows Setup, untuk jaga-jaga kemudian hari jika dibutuhkan.

Tadinya saya mau menggunakan PXE Boot (boot via cable-lan-ethernet), tetapi karena belum ada persiapan, terpaksa cara paling cepat dan termudah didepan mata yah metode ini.

ISO OS bisa menggunakan Windows 7, 8.x ataupun 10, selama didalam ISO tsb ada file bootmgr pada root disc. Jadi asal ada primary-active-partition dalam format NTFS, secara default akan mencari file ntldr, pastikan bootmgr dicopy ke file ntldf

Jika laptop ini USB ports nya oke semua, cukup tancapkan flasdisk/external dvdrw installasi OS tidak seribet ini. jadi tetap proses installasi membutuhkan tools-external lain. Yaitu: laptop-lain yang normal & docking sata.

Jika tidak punya docking sata, tapi ada laptop/pc, anda harus install dulu kedalam laptop/pc seperti biasa menggunakan harddisk laptop yang akan di install OS. Setelah masuk desktop, copy-kan drivers-pack & software2 lainnya, dan pindahkan ulang ke laptop yg dituju. Pengalaman saya, dengan OS Minimal Windows 8.1 pindah-pindah harddisk ke beda mesin jarang BSOD.

 

 

Terbilang online Konversi bilangan angka ke kata kalimat

Bagi yang kesulitan menerjemahkan angka bilangan ke kalimat dengan bahasa Indonesia, misalnya 955.000 (sembilan ratus lima puluh lima ribu)  – saya membuat script kecil untuk keperluan copas sesaat. Tinggal ketikkan angka (tanpa digit grouping titik/koma) tekan tombol, dan hasil akan tersedia 😀

Alamatnya: http://twiranto.com/terbilang — Silakan bookmark jika membutuhkan sewaktu-waktu

Kalau Versi Inggris, tinggal browsing ke google, dengan keyword= number to english words convert.

Oh ya, output result sengaja saya tambahkan dengan kata rupiah. Dan maximal hanya sampai trilyun yah.

Juga, bisa dipanggil dengan parameter langsung http://twiranto.com/terbilang/?do=konversi&txtangka=99999

Just output, tanpa embel-embel html (API Style)= http://twiranto.com/terbilang/?do=konversiembed&txtangka=999999

Maap, lagi males reWrite url. Saya kebetulan masih tradisional.

Mengatasi Word Excel Office 2013/2016 Not enough ram disk space

Saya pernah mengalami hal simple tetapi sangat membingungkan? Ketika ingin buka file document office lama (.doc/.xls) pada Microsoft Office 2013 tidak bisa, dan muncul peringatan RAM atau Kapasitas Drive tidak CUKUP. Aneh, padahal tidak masalah. Setelah browsing2 dan coba-coba. Akhirnya, ketemu solusinya.

Saya pernah mematikan layanan / Service Windows Firewall. Saya set ulang layanan itu untuk auto start, dan sukses. Saya bisa membuka file2 doc dan xls lama.  Windows Services bisa di temui di Control Panel- Administrative Task- Services – Windows (defender) Firewall. Sungguh aneh, apa hubungannya? Mungkin ada komponen yang dibutuhkan Office 2013 keatas untuk membuka file document office generasi lama (2003/xp/2000/9x), IMO.

 

Juga, bagi pengguna Outlook, membuka file document office (lama/baru) langsung dari aplikasi outlook di tolak/tidak bisa. Solusinya gampang. Ini berlaku di Word/Excel/Powerpoint. Buka blank document, lalu pilih menu FILE – Options – Trust Center – Tombol Trust Center Setting – Protected View – Uncek semua item `enable`.  Lakukan semua di 3 aplikasi itu (word, excel, power point).

Pada Microsoft Office 2010 x86/32 bit saya tidak mengalami hal ini.

Blok/Stop Update Windows 10 versi redstone

Pada beberapa artikel sebelumnya, saya merilis artikel blokir update Microsoft Windows 10. Tetapi pasti banyak yang masih tembus juga. Apalagi pada Windows versi Red Stone (Okt 18), agak susah melancarkan tuning mendisable service update pada OS tsb.

Satu-satunya cara menggunakan utility “Stop Updates Windows 10 versi 2”. Dengan tools ringan ini, cukup di install dan akan membuat service baru yang berguna untuk memblokir file-file layanan internal Update.

Unzip dulu, lalu install seperti biasa (next2 finish), buka app nya, lalu tekan tombol  Stop Update (tombol pertama yang ukurannya besar). Jangan klik yg lain (install macem2 nantinya). Lakukan reboot, Selesai! Windows 10 (s/d Red Stone) tidak akan menerima update apapun.

Untuk Restore, tinggal klik tombol yang sama, dan reboot. Tools ini dibuat yang merasa yakin aman atas OS nya, dan sudah tidak mau ada update-an apapun. Karena masalah keamanan data saya serahkan ke Antivirus. Link Donwload ada dibawah iklan (dipencet iklannya juga gpp 🙂

 

 

DOWNLOAD DISINI (tanpa iklan bla bla bla)…