Pengalaman berbelanja online

Akhirnya saya mencoba berbelanja online untuk membeli beberapa kebutuhan tidak primer 😀 yang pertama saya coba adalah online shopping menggunakan situs Lazada.co.id.

Sedikit review singkat, Lazada menjual langsung sebagian barang yang didisplay dalam situsnya. Perhatikan ketika melihat spek/detail barang yang ingin kita beli. Jika penjual merupakan Lazada langsung; berarti barang pasti ready stok dan untuk wilayah jadetabek pengiriman bisa kurang dari 24 jam, karena menggunakan kurir internal.

Jika barang bukan disediakan oleh pihak Lazada, tergantung jarak. Pengiriman dilakukan oleh JNE/Tiki. Biasanya melalui JNE/Tiki tidak sampai 48 jam barang sudah sampai dengan selamat. Sempat saya memesan barang yang mudah pecah, berasal dari Kabupaten Bekasi utk dikirimkan ke alamat rumah saya, yang kebetulan di perbatasan DKI dan Jawa barat (Pondok Gede); dan hasilnya barang sampai 3 hari dalam kondisi utuh.

Untuk metode pembayaran, transfer bank dan kartu kredit visa/master seluruh bank penerbit. Selanjutnya saya mencoba JakartaNotebook.com, metode bayar juga mirip dengan lazada, situs ini fokus ke aksesoris teknologi, laptop, gadget dan benda hobi. Anehnya, beberapa barang langka seperti PCIe Riser, DAC, Micro Computer dijual di situs ini; bahkan harganya relatif normal. Jakartanotebook.com dan Lazada.co.id sangatlah mirip. Dimana jual barang sendiri ataupun ada lapak titipan dari trusted seller.

Lain halnya dengan tokopedia.com dan bukalapak.com. Semua orang bisa berjualan disini, baik barang baru maupun bekas. Cermati reputasi si penjual. Walaupun memegang prinsip rekber (rekening bersama), modus penipuan masih ditemui disini. Sekilas tentang rekber; metode pembayaran semua dialamatkan ke akun tokopedia/bukalapak sebagai penengah. Jika buyer sudah bayar, si seller akan diberikan alert bahwa barang sudah dibayar, dan si seller harus sesegera mungkin mengirim barang dan menginput nomor resi dari jasa pengiriman. Ketika seller tidak menginput nomor resi untuk beberapa waktu (~3 hari), uang akan kembali ke buyer.

Dan juga, jika memang buyer lupa mengkonfirmasikan barang yang sudah datang, selang beberapa waktu, uang akan di transfer oleh situs tokopedia/bukalapak ke penjual. Jadi modus penipuan semakin sempit pergerakannya. Tetapi masih ada saja modus pada situs yang bermodelkan rekber. Saya mengalaminya sendiri di bukalapak.com. Dari awal saya sudah curiga, dengan harga barang yang ditawarkan; terlebih seller di luar pulau Jawa/Batam.

Karena merasa yakin (aman), saya order dengan sengaja 2 barang sekaligus 😀 Dan ternyata si seller menginput nomor resi palsu. Lohh jadi dimana letak penipuannya? Kan uang saya aman di tangan rekber. Tiba-tiba ada telepon mengaku dari orang Beacukai bertitel Drs dan SH, dia mengatakan bahwa barang saya tertahan di bea-cukai bandara, dan harus mengurus; jika tidak akan di perkarakan ke polisi -_-

Oh ya, proses retur dana (refund) berbagai situs belanja online ini beda-beda, biasanya tidak lebih dari 10 hari kerja. Untuk kartu kredit cenderung lebih cepat proses refund nya.

So, fjb kaskus, fjb chip.co.id adalah masa lalu. Rekber selain nama perusahaan (situs) sangatlah beresiko, apalagi jika nominal transaksi sudah jutaan atau lebih. Beberapa minggu sebelum artikel ini di post, rekber perorangan di fjb kaskus dibawa kabur oleh pemegang akun rekber. Walaupun kejadian ini amatlah jarang.

 

 

Post By Tommy Wiranto (68 Posts)

Rasa ingin tahunya, terkadang 101% -- petualang yang tertahan. Terkadang sombong, tetapi pada tempatnya.

Website: →

Connect