Installasi FreeBSD 9.1 beserta konfigurasi dasar

Kali ini saya membahas installasi FreeBSD 9 sang pangeran dari dinasti UNIX. Untuk itu silakan unduh ISO dari www.freebsd.org. Saya mengunduh versi 9.1 x86, yang ukuran .iso nya hampir 700mb.

Yak langsung saja burn dan masukan ke drive, atau via virtual box –masukan iso nya.

Awal booting; sambutan boot-splashnya sangat sederhana. Benar-benar mencirikan operating system untuk network.

freebsd 9.1 inst -- 0001Tekan enter atau tekan 1, untuk melanjutkan installasi.

Setelah muncul tulisan aneh-aneh untuk beberapa saat, akan muncul tampilan biru seperti ini, sebagai tanda ‘selamat datang’ di proses installasi.

freebsd 9.1 inst -- 0002Sekali lagi tekan enter pada install.

Lalu akan menanyakan mapping-keyboard. Pilih No saja.

Ketikkan nama mesin untuk di set. Saya masukan fbsd01

freebsd 9.1 inst -- 0003Tekan enter lagi pada Distribution Select, dan pilih Guided pada Partitioning.

freebsd 9.1 inst -- 0004Lalu pilih ‘Entire Disk’. Artinya semua isi harddisk di dedikasikan untuk System. Hasil guided seperti ini:

freebsd 9.1 inst -- 0005
Aneh — mudah sekali!, tidak serumit Slackware Linux kan? Malah mirip Centos/Debian based.

Geser ke <Finish> atau tekan F saja untuk melanjutkan proses installasi. Lalu ada konfirmasi, pilih Commit-enter. Setelah itu, proses extraksi dari iso/cd ke harddisk berlangsung. harap sabar.

freebsd 9.1 inst -- 0006

Lamanya tergantung spek mesin anda. Biasanya sekelas pentium 4, ram 512 tidak sampai 20 menit. Lalu layar berubah menjadi gelap, saatnya memasukkan password root.

Pilih ethernet untuk di set IP-Addressnya:

freebsd 9.1 inst -- 0007
karena ethernet virtual saya meng-emulasikan chipset AMD, yang terdeteksi adalah sebagai device le0.

Pilih yes, lalu pada pilihan DHCP saya pilih NO, karena saya tidak memakai DHCP.

freebsd 9.1 inst -- 0008
Tekan panah bawah untuk turun kebawah, jika salah pilih cancel saja, akan kembali ke awal pemilihan ethernet.

Karena saya tidak memakai IPv6; saya pilih NO. Selanjutnya memasukan DNS server. Saya pakai saja DNS google. Pilih Yes pada pemilihan UTC. Saya memakai Asia/Indonesia/Java-sumatra. sebagai timezone system. Akan ada prompt WIT reasonable? WIT itu bukan Waktu Indonesia Timur 😉 — tetapi Western Indonesian Time. Selanjutnya OK saja, pastikan sshd terpilih.

Pilihan Dumpdev saya pilih NO. Semacam file .dmp di Windows. tidak berguna bagi saya. Sehabis itu buat user tambahan untuk login ke system. freebsd 9.1 inst -- 0009

Agak rewel menjawab pertanyaan-pertanyaan pada Add user 😀  — Selanjutnya pilih exit pada Windows baru. Ini artinya freebsd berhasil terinstall di mesin.

freebsd 9.1 inst -- 0010lalu pilih NO untuk turun ke Shell. Lalu pilih Reboot. Tunggu beberapa saat sampai muncul tampilan BootSpash dari FreeBSD; lalu biarkan boot & mengkonfigurasi untuk pertama kalinya. Akan muncul tulisan-tulisan aneh. Cuekin saja. Tunggu sampai ada tulisan ‘login’.

Isikan dengan root & password yang tadi dimasukkan.

Yang pertama saya lakukan biasanya, meng-enable root login pada SSH :D. Untuk itu kita butuh text editor yang sederhana tapi mantap. Saya gukanan nano/pico. Karena mengingatkan saya pada keystroke program pengolah kata Wordstar zaman msdos 3 😀

Ohya, untuk username lain, permit login via ssh sudah bisa. Cuma root saja yang defaultnya ditolak oleh sshd di FreeBSD ini.

Defaultnya, nano belum terinstall. Untuk itu kita perlu menginstallnya. Pastikan sudah konek ke internet. Cek dengan ping:

ping yahoo.com

kalau tidak muncul xx bytes from xx.x.x.xx: icmp_seq:x berarti network anda salah set atau koneksi inet anda tidak tersedia.

pindahkan ke folder

# cd /usr/ports/editors/nano
# make install clean

Menginstall nano dengan metode ports-system. Tunggu sejenak, jika host ftp/http disana sedang pelan, yah sabar aja.  Ini seperti proses yum –install nano atau apt-get install nano. yang bedanya, pada linux file binary yang di unduh (pre-compiled). Sedangkan pada system ports, kita akan mengcompilenya dulu; mencari dependensi paket dll. Lebih lama memang. Ada cara lain juga yang mirip di Linux. Tetapi saya lebih senang memakai system port ini. Kesannya admin bsd kerjaannya berat 😀

Atau kelau memang kelamaan pakai saja ‘ee nama file’ Editor pre-installed di FreeBSD ini. Commandnya agak beda dengan nano.

Jika sudah selesai, kita rubah ssh_config untuk login ssh dengan username root.

# nano  /etc/ssh/ssh_config

tambahakan pada akhir file:

PermitRootLogin yes
PasswordAuthentication yes
AllowUsers root
Port 22

simpan dgn ctrl+x – yes – enter

lalu edit juga file sshd_config di folder yang sama, dengan isi yang sama dengan konfigurasi diatas juga. Pada frebsd sebelumnya cukup ssh_config saja; sudah bisa login.

# nano  /etc/ssh/sshd_config

 

Lalu restart sshd dengan menggunakan:

/etc/rc.d/sshd restart

Sebagai informasi tambahan folder /usr/ports adalah kumpulan folder-subfolder aplikasi yang bisa di install di system. cukup masuk ke folder ybs, lalu ketik ‘make install clean’ untuk proses installasi.

Misalnya aplikasi MC (Midnigth Commander), terletak di /usr/ports/misc/mc. Desktop ada di /usr/ports/x/xorg *kalau tidak salah inget 😉

Setelah sshd terestat, coba dari pc lain login ssh ke ip freebsd dgn user root.

Kalau bingung letaknya folder ports suatu paket/aplikasi. ketikkan perintah

whereis apache2.2
whereis mc

 

Musti lengkap termasuk versinya. Untuk wildchar * bisa digunakan juga, misalnya untuk mencari mysql

whereis /usr/ports/*/*mysql*
whereis /usr/ports/*/*lxde*

 

Rekomendasi tools yang berguna pada shell menurut saya: nano, mc. Saya selalu utamakan instalallasi kedua paket tsb.

Lalu, mau diapakan freeBSD ini? tergantung untuk melayani apa si freeb ini. Bisa dijadikan segala macam peladen; dari caching proxy, database, vps server, file sharing melalui ftp-network neighbourhood dll.

Cukup whereis, cd /usr/ports/, lalu make clean install. Konfigurasikan file di /etc/namafolder/namafilconf.

 

 

Post By Tommy Wiranto (74 Posts)

Rasa ingin tahunya, terkadang 101% -- petualang yang tertahan. Terkadang sombong, tetapi pada tempatnya.

Website: →

Connect

One thought on “Installasi FreeBSD 9.1 beserta konfigurasi dasar

Comments are closed.