Mari belajar ASP 3 Klasik: TWqCMS

Seri belajar ASP klasik ini adalah seri terakhir, dimana saya buatkan CMS kecil-kecilan, yang bisa melakukan prosedur installasi, jika connection string: nama server mmsql/ip-address ada, database sudah dibuat. Tables akan otomatis dibuat oleh program. Artikel berdasarkan kategori, serta sistem administrasi. Dan tentu saja tampilan bisa dirubah dengan script css.

Fitur utama dari CMS (Content Management System) ini antara lain:

  • Frontpage dengan featured content (last post).
  • Category by post.
  • Custom Site skin / CSS.
  • Administration (add/edit/delete articles, category, user).
  • Single .asp file with auto file-naming detection.
  • Popular post & related post (berdasarkan kategori).
  • Cached object menggunakan server-application IIS (pada frontpage, css, header, footer, popular post).
twqcms 0005
Tampilan 404. file gambar Error ambil dari google.com
twqcms 0004
Baca artikel
twqcms 0002
Browse kategori artikel
twqcms 0001
tampilan frontpage

Di tes dengan menggunakan database SQL Server 2000 dan 2005. IIS bawaan Windows 2000 dan 2003. Secara teori tetep akan berjalan di Windows Server 2008(r2)/2012. Asalkan databasenya SQL Server 2000/2005. Pada SQL-Server diatas versi 2005, saya belum coba. Hal yang mungkin terjadi error pada database yang tidak dikenal, adalah proses installasi. Jika anda membuat tables secara manual, TWqCMS tetap akan berjalan.

twqcms 0010
tampilam list artikel pada administration
twqcms 0009
tampilan log
twqcms 0008
tampilan kategori
twqcms 0007
menambahkan kategori
twqcms 0006
site setup

Pada konfigurasi Windows 2000 server & Sql-server 2000, bisa langsung taruh file portal.asp ini pada root www. Ekstensi asp langsung bisa di parsing oleh IIS. Pada Windows 2003 server keatas: Eksekusi asp pada IIS harus diaktifkan secara manual.

Pada Windows 2003 server (r2) ada di Control-panel, Add remove programs, Add remove windows component, Application server (details) – Internet Information Services IIS (details), World Wide Services (details), Active Server Pages (cek). Entah kenapa ASP dianaktirikan pada Windows Server 2000 keatas 🙁 Padahal aspx bisa langsung di running, jika dotnet diaktfikan pada pembuatan situs di IIS.

twqcms 0015
Cara mengaktifkan ASP pada IIS Windows 2003 r2. Jangan lupa, sediakan cd installasi Windows ybs. (Disc 1)

Pada Windows 2008 (r2), semua setingan ada di Server roles. Ikuti link ini untuk lebih jelasnya: http://www.iis.net/learn/application-frameworks/running-classic-asp-applications-on-iis-7-and-iis-8/classic-asp-not-installed-by-default-on-iis

Untuk installasi TWqCMS, anda cukup membuat database baru pada SQLServer (2000/ 2005(r2)/ 2008(r2), beserta user name yang diberi hak penuh terhadap database tsb (grant). Lalu edit file portal.asp, rubah connection string [db] sesuai kebutuhan. Dan pindahkan file tsb ke folder tempat website berada. Cara membuat website pada IIS dan pembuatan database serta userlogin saya tidak jelaskan disini.

Jangan gunakan akun SA Ms-SqlServer pada situs produksi. Kecuali kepepet.

Tommy Wiranto

twqcms 0011
Tampilan awal app jika connection string benar, tetapi belum ada tables yang diperlukan (Proses installasi )
twqcms 0012
Form installasi akan dibuat otomatis (bawaan template instalasi).
User & password default ‘admin’ bisa dirubah saat proses diatas.
twqcms 0013
Proses installasi berhasil
twqcms 0003
Setelah installasi berhasil. Akan muncul halaman login. Isikan sesuai dengan user & password ketika installasi.

Demo ada di  http://www.twiranto.com/demo1/portal.asp

Administration   http://www.twiranto.com/demo1/portal.asp?do=login

User (readonly): tes
Password: tes

Pergantian user password, saya disable.

Untuk mengunduhnya, silakan klik link (buang extensi .txt dan ganti – menjadi . untuk bisa diparsing oleh IIS): http://www.twiranto.com/wordpress/portal-asp.txt

Mirror: DropBox

update:

Mari belajar ASP 3 III

Bahasan selanjutnya adalah penggunaan response-response yang lain. Ada banyak penggunaan sintaks response; tetapi saya membahas hanya yang pernah saya gunakan saja.

  • response.Cookies: berguna untuk memberikan cookies ke browser client. Misalnya untuk menaruh informasi pembelian; jika memakai shopping chart, tanggal terakhir browsing dll. Sintaksnya mudah: <% response.cookies(“lastvisit”)=now%> . Yang artinya memberikan cookies lastvisit pada browser dengan isi tanggal sekarang. Untuk mengambil/membaca cookies gunakan <%= request.cookies(“lastvisit”)%>. <%= artinya alias untuk kode response.write  — tambahan properti .expires misalnya <% response.cookies(“lastvisit”).Expires=#May 10,2020# %> berarti memberi nilai kadaluarsa pada cookies lastvisit 10 Mei 2020.
  • response.redirect: Ini salah satu perintah yang saya sering gunakan. Gunanya untuk membelokkan url. contohnya <% response.redirect(“/app/login.asp”)%>, <% response.redirect(“http://anu.com/list.asp”) %>. Biasanya digunakan ketika verifikasi request form/querystring sukses tervalidasi.
  • response.End: Menghentikan script segera. Cukup <% response.end %> script dibawahnya akan tidak diproses lagi oleh webserver.

Penggunaan Session

Mirip dengan response.cookies, session juga menaruh cookies; tetapi tidak kelihatan valuenya oleh user; kode-kode acak. Biasanya untuk memverifikasi user yang login. Sintaksnya cukup mudah: Set Session(“login”)=”yes” artinya memberi variabel yes pada session login. Cara aplikasinya cukup mudah:

 

<!-- file: tes01.asp -->
<% sub header %>
<html><head>
<title> login </title>
<body>
<%

read more

Encoding Audio Video dengan Format Factory

Saya sering memutar video di player DVD bermerek Crystal yang belum support banyak format video. Karena koleksi DVD dan file Film saya banyak dan ingin memutar film tidak dengan menggunakan kepingan CD-DVD, saya menggunakan harddisk external usb. Kebetulan DVD player saya ada colokan usb.

Harga waktu belinya relatif murah tidak sampe Rp. 350.000,- (tiga ratus lima puluh ribu rupiah) pada tahun 2008 yang lalu. Baru 1x service ganti power supply (50 ribuan). Untuk itu saya format harddisk kuno external saya yang kapasitasnya cuma 120 GB dengan format fat32. Lalu saya copy-kan film-film series & box office serta sedikit video clip dari youtube kedalamnya.

Untuk menghemat space harddisk, karena tivi saya masih tabung, yang resolusinya rendah. Saya konversikan semua file-file tsb menggunakan tools Format Factory; yang bisa di unduh di www.filehippo.com.

format factory 01

Hampir seluruh format yang banyak beredar mulai dari DVD, VCD, Mp3, Mp4, avi divx-xvid, Mkv dll bisa dikonversikan kemana saja. Dan versi baru bisa memanfaatkan fitur Nvidia Cuda, yang proses konversi khusus ke MP4 dialihkan dari CPU ke GPU. Untuk itu diperlukan minimal nvidia sekelas GT 630.

Format favorit saya untuk disetel di Dvd Player Crystal adalah: Avi-xVid, resolusi PAL, sound Mp3 64kbps. Korbankan qualitas untuk kuantitas 😀 Karena kombinasi format ini, saya bisa memasukan puluhan videoclip unduhan dari Youtube, Serial Startrek Voyager, Startrek The Next Generation, The charmed dan puluhan film layar lebar.

Karena bukan MP4, proses konversi dilakukan oleh CPU. Untungnya CPU saya AMD Phenom II x6, yang memiliki  6 Core. Jadi, konversi dilakukan pararel sebanyak 4-6 tugas sekaligus. Memang saya akui Format Factory untuk konversi tidak terlalu cepat, tetapi kemudahan drag-n-drop serta pilihan format yang banyak itu yang bikin saya suka.

 

 

 

memainkan kembali games DOS Jadul di Windows 7 x64

Terkadang ingin sekali rasanya memainkan kembali games-games waktu kita kecil. Hmm dengan alasan nostalgia atau kecewa dengan games masa kini? hehehe entah lah. Untuk memainkan langsung games DOS diperlukan emulator DOS  yang di khususkan untuk menjalankan fungsi-fungsi akses hardware pada DOS. Yang paling bagus menurut saya adaalah DOSBOX http://www.dosbox.com.

Unduh installernya, kalau sudah di install dan muncul di startmenu edit file dosbox-0.xxx.conf nya dengan notepad.

dosbox prince of persia games dos jadul

 

taruh baris ini sesudah tag [autoexec] — biasanya terletak di akhir..

  mount c M:games-dos
c:
dir/w

 

Nah fungsi baris pertama adalah mengemulasi drive C: pointing ke folder lokal di mesin Windows anda. BAris kedua memindahkan ke drive C:

Memang butuh sedikit skill DOS. misalnya CD, DIR dll. dan musti ingat nama file executables baik .com .exe .bat pada folder games nya. tiap games beda-beda pula nama file exec nya.

Update:

kunjungi sub-blog saya di http://dos.twiranto.com — membahas masalah Games DOS jadul serta beberapa aplikasi yang populer di era nya.

 

 

Review film The Green Mile

[Warning, ini spoiler film]

Film yang sudah rilisnya tahun 1999-2000an ini masih layak di tonton koq. Pemeran utamanya Tom Hanks & Michael Clark Duncan Di distribusikan oleh Warner Bros. Genrenya drama. Entah fiktif atau tidaknya saya kurang tahu, karena berdasarkan novel karangan Stephen King. Durasinya hampir 3 jam. Cukup untuk mengisi waktu luang 😀

green mile

Seting film ini terjadi di Amerika tahun 1910-30an. Menghisahkan John Coffey yang diperankan oleh Clark Duncan adalah seorang warga negara berkulit hitam, yang dimasa itu menjadi warga kelas dua yang tidak dipandang.

green mile Michael Clark Duncan

Si John Coffey ini sebenarnya mempunyai kekuatan penyembuh yang disalah-artikan oleh warga yang mencari seorang anak perempuan. Mereka mengira bahwa si John Coffey ini membunuh anak itu, padahal sebaliknya.

Tentu saja, si John Coffey ditangkap dan di penjara serta di jatuhi hukuman mati. Nah selama dipenjara si John Coffey berteman dengan sipir-sipir; terutama Paul yang diperankan Tom Hanks. Si Paul mempunyai penyakit kencing batu atau prostat, dan disembuhkan oleh si Paul.

Berkah penyembuhan ini terdengan kepala penjara, dan diajaklah si John Coffey untuk menyembuhkan istrinya. Setelah menyembuhkan, selalu si John Coffey merasa kesakitan/lelah. Intrik film ini, pembunuh anak sebenarnya ditembak oleh sipir yang diberi wejangan oleh si John Coffey. Lalu si Paul diberikan penghilatan apa yang terjadi sebenarnya.
green mile tom hanks

Ohya, pada akhir cerita ada tikus yang dipercaya itu adalah reinkarnasinya si John Coffey.

Dan karena ini drama, si John Coffey akhirnya di hukum mati — karena bukti mengarah semua kepadanya. Sebenarnya semau sipir keberatan atas hukuman mati tsb, tetapi apa boleh buat.

Film ini menganut cerita kebelakang (flash back), yang sering di jumpai di film-film drama. Paul bercerita kepada teman wanitanya di hari tua untuk menceritakan tentang kejadian yang dialaminya dimasa lalu yang sudah lama dan dari segi waktu agak susah dijelaskan, Karena si Paul sudah menerima ‘anugrah panjang umur’ ketika si Paul di buka pengelihatannya.

Michael Clarke Duncan pada film ini di set oleh Sutradara adalah seorang negro yang tinggi-besar. padahal kenyataannya tingginya masih ukuran normal orang bule koq; soalnya saya pernah meliat si Clarke pada film lain, tingginya ga tinggi-tinggi banget. Entah lah… relatif.